 Pada Senin, 11 Agustus 2008 Rubiyah Sasirangan mendapat kunjungan dari wartawan Televisi Trans7 Jakarta. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk peliputan pembuatan kain khas banjarmasin yaitu kain sasirangan.
 Peliputan didahului dengan peliputan pembuatan motif kain sasirangan dengan cara menulis motif pada kain dengan menggunakan pensil. Kemudian dilanjutkan dengan peliputan cara menjelujur benang sesuai motif. Proses peliputan pembuatan kain sasirangan berlangsung terakhir sampai proses finishing yaitu pengeringan dan setrika. Selain melakukan liputan, kru Tran7 juga mengajukan wawancara seputar kain sasirangan. Dalam wawancara tersebut juga ditanyakan tentang seputar penggunaan kain sasirangan yang dahulunya dijadikan sebagai bahan pengobatan (betetamba) orang sakit. |