Sasirangan on Facebook
Safar
Selasa
24
 1431 HIJRIAH
 
 
   
 
   
 
 
Selamat Datang di Rubiyah Sasirangan...

ImageRubiyah Sasirangan merupakan salah satu produsen yang membuat kain sasirangan traditional kain khas Kalimantan Selatan.  Rubiyah Sasirangan beralamatkan di  Jl. Arthaloka No14 Gatot Subroto XI Banjarmasin. Rubiyah Sasirangan merupakan salah satu pioner pengembangan sasirangan di Banjarmasin sejak tahun 1986.

Di Rubiyah Sasirangan selain sebagai tempat proses produksi, juga sekaligus sebagai tempat penjualan hasil produksi baik dalam skala besar atau kecil. Selain penjualan dari hasil produksi secara langsung, di tempat ini juga sering terjadi transaksi dalam bentuk pesanan/order, sehingga konsumen mendapatm kepuasan untuk menetapkan pilihan warna atau motif sesuai dengan apa yang diinginkan.

Sebagai salah satu produk unggulan daerah yang memperkaya budaya bangsa, maka dengan bangga kami hadir untuk memenuhi selera dan kebutuhan  masyarakat baik lokal, nasional, maupun internasional. Oleh karena itu dengan segenap potensi yang ada pada kami, kami terus berusaha mengembangkan diri untuk menjadi lebih baik dan dapat memenuhi keinginan untuk ekspor ke mancanegara.

Selain itu, guna memenuhi permintaan konsumen RUBIYAH Sasirangan menerima pesanan pembuatan kain sasirangan dengan rancangan motif sesuai yang dikehendaki oleh konsumen.

Sejarah Pendirian RUBIYAH sasirangan 

Pada tahun 1986 Ibu Hj. Hajrah (Pimpinan Rubiyah sasirangan) bersama sekelompok ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Kelurahan Seberang Mesjid yang berjumlah sekitar 20 orang dibina oleh Perindustrian untuk mengembangkan kerajinan kain sasirangan yang telah mereka kerjakan sebelumnya dengan cara yang sangat sederhana. Mereka membentuk satu kelompok kecil yang diberi nama Kelompok Usaha Bersama Kayuh Baimbai.

Dari hasil binaan Departemen Perindustrian anggota kelompok diberikan modal usaha dalam bentuk barang-barang keperluan untuk pengolahannya. Selain itu juga diberikan pelatihan-pelatihan baik pelatihan pewarnaan, pengembangan motif (special thanks to Mrs Gretty from Austria) dan juga pengendalian limbah. Untuk membuka wawasan maka dilakukan beberapa kali tudi banding ke tempat pembuatan batik di Pulau Jawa. Dari perjalanan waktu kewaktu, ternyata hasilnya cukup menggembirakan hasil produksi mereka dapat diterima oleh masyarakat, dan sekarang bisa menjadi ciri khas daerah yang specifik dan unik. Demikian seterusnya sehingga terjadi kemajuan, seperti motif-motif yang bervariasi, pemanfaatan kain lebih banyak , pewarnaan semakin baik dan lain sebagainya.

Walaupun mengalami kemajuan namun dari semua anggota kelompok hanya beberapa yang meneruskan usaha kerajinan Sasirangan tersebut. Alasan tidak berproduksinya sebagian anggota adalah karena kendala modal dan masalah pemasaran. Masalah modal dan pemasaran kemudian sebagian bisa diatasi oleh H. Syarkani yang mendirikan toko Sasirangan dengan membeli produk pengrajin dan kemudian di jual lagi secara lokal atau ke luar daerah. Kerajinan Sasirangan ini kemudian berkembang pesat hingga bermuncullan pengrajin-pengrajin baru.

Perkembangan selanjutnya walaupun ditimpa krisis ekonomi yang menyebabkan melambungnya biaya produksi namun kerajinan sasirangan tetap bertahan dan malah tampak lebih maju lagi.

Melihat perkembangan yang sangat baik tersebut maka sekitar tahun 2000, Ibu Hj. Hajrah mulai mengembangkan sendiri usaha kerajinan dengan mendirikan usaha yang diberi nama RUBIYAH SASIRANGAN. Bersama dengan anak beliau  Robiatul Khomisah dan dibantu oleh beberapa pekerja dan pengrajin (20 orang). Dari binaan beberapa instansi seperti Departemen Perindustrian dan Departemen Koperasi diharapkan usaha tersebut akan berkembang lebih baik lagi.

Produk Ramah Lingkungan 

ImageSebagai kepedulian Rubiyah Sasirangan dengan Lingkungan maka cara berproduksi yang dilakukan di Rubiyah Sasirangan adalah dengan pengelolaan limbah industri, dengan demikian air buangan tidak mencemari lingkungan sekitar. Ini merupakan bukti kepedulian Rubiyah sasirangan terhadap lingkungan.